Sabtu, 25 Maret 2017

Chapter 2 = My Testimony

My Testimony
(A Romantic Story)

Seketika itu juga aku menutupkan mataku sekejap dan menyadiri bahwa handphone ku tidak ada. Dengan rasa yang begitu ketakutan aku berharap agar HP ku tidak ditemukan oleh para lelaki bajing*n itu. Sekujur tubuhku melemas sangat ketakutan bila mereka bisa mendapati diriku.

Author POV
(Anggap saja mereka berbicara dengan bahasa Korea yah guys….. :D)
“arghhhh… siapa dia yang telah melihat ini semua!?” keluh kesal Jermy Mehya sambil meremas remas kepalanya dan mengacak acak rambunya dengan penuh amarah. Yah benar, dia adalah lelaki yang membunuh wanita cantik itu menggunakan sebuah pistol. “ Cepat kalian temukan wanita itu dan bawa padaku secepatnya !” bentak Jermy pada seluruh Bodyguard-nya. 

“ Tuan, saya menemukan sebuah Handphone di tempat wanita itu bersembunyi. Dan saya rasa ini adalah miliknya tuan” pernyataan dari salah satu Bodyguard Jermy yang sekarang berada tepat di hadapan lelaki itu. “ Kemarikan..!” Jermy langsung mengambil HP itu dengan cepat.
‘hhhh.. dasar wanita bodoh. Kamu kira bisa lari semudah itu setelah kamu menyaksikan semuanya.’ Gumam Jermy dalam hati sambil memiringkan senyuman sinis pada tempat HP itu ditemukan. 

Dela POV

‘ Oh tuhan… bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan selanjutnya? Aku sungguh takut dengan semua ini Tuhan.’ Batin ku yang selalu mengatakan kalimat kalimat tersebut sambil berjalan mondar mandir tidak jelas di depan kasur king mewah dan juga menggigit jempol mungilku ini berulang kali.
Ah iya, , pertemuannya, bagaimana aku harus datang kepertemuan besok sedangkan aku begitu ketakutan untuk keluar dari tempat ini karena kejadian tadi malam. Apakah aku harus izin karena sakit, atau harus berkata berkas yang ku garap belum selesai, atau juga sebaiknya ku katakana sejujurnya pada bos ku. Ah sungguh membuatku pusing, pertanyaan itu selalu menghantui pikiranku saat ini. Setelah lamanya aku berfikir cukup keras, tiba tiba suara bel pintu Apartemenku berbunyi. Seketika itu wajahku menambah pucat pasi, segala pertanyaan muncul di benakku. Aku begitu takut bahwa dia adalah lelaki kejam yang aku lihat tadi malam.

Aku memberanikan diri melangkah mendekati arah pintu Apartemenku, jari jariku mulai menyentuh ganggang pintu dan membukanya perlahan lahan. Aku memejamkann mataku saat aku membuka pintu itu dengan hati hati. 

“oo.oo..ooh a…a..ada apa yah?” suaraku yang terdengar gagap dan begitu tegang, tapi untunglah dia hanya seorang pelayan yang ingin memberikan ku sesuatu. 
“ maaf mengganggu anda nona. Ada sebuah berkas yang harus diberikan kepada anda. Mereka bilang dari tuan Kim Tae Hoo dan nona harus menggarapnya karena dua hari mendatang anda harus menyerahkannya pada tuan Kim Tae Hoo Direktu Utama di Perusahaan Yoonji. Dan mereka bilang pertemuan hari ini lebih baik dilakukan bersamaan dengan berkas yang akan anda garap ini untuk 2 hari mendatang nona.” Jelas pelayan itu sambil mengulurkan lengannya untuk memberikan berkas kepadaku. “kalu begitu saya permisi dulu nona” lanjut pelayan itu sambil sedikit membungkukan badannya  lalu meninggalkanku. Oh untunglah pertemuanku di tunda. Rasa syukur mengalir deras di sekujur tubuhku setelah mendengar pernyataan dari sang pelayan tadi. 

Selama 2 hari lalu aku selalu berada di dalam Apartemenku yang mewah dan menggarap berkas berkas yang diberikan oleh Mr.Kim dengan teliti dan cermat. Tetapi hari ini adalah hari dimana pertemuanku dengan Mr.Kim diadakan. Aku harus memberanikan diri untuk keluar dari Apartemen ini dan dengan penuh harapan besar agar si lelaki itu tidak mendapati diriku.
***
Setelah melangkah keluar dari Apartemen ku. Aku langsung melambai lambaikan tanganku pada sebuah Taxi yang melintas “ Ke Perusahaan Yoonji pak.” Kataku ke sopir Taxi itu. 
***
Sesampainya di tempat yang kutuju. Aku langsung berlari karena aku agak sedikit telat datang ke tempat ini. Namun naas, tak sengaja aku menabrak seorang lelaki dengan dada yang begitu bidang hingga diriku pun terjatuh tepat menindiih dada bidang lelaki itu. 
“ah aku sungguh minta maaf” kataku sambil langsung bangkit dan mebereskan seluruh berkas yang kacau berserakan di pinggir jalan. 
“ Tidak masalah. Bukankah hal seperti ini sering terjadi dimanapun dan kapanpun juga” katanya sambil membantuku membereskan berkas yang kacau ini. Setelah semuanya selesai akupun berdiri dan menatap lelaki yang ada di hadapanku saat ini. 
Wajahku memucat, kakiku melemah, sekujur tubuhku bergetar hebat dan keringat mulai menampakan diri. Di..di..dia adalah lelaki itu, Jermy Mehya,yaah benar dia lelaki pada saat malam itu. Tentu saja aku masih mengingat jelas sosok lelaki yang jahat ini bahkan namanya terus teringat di otaku. Aku masih menatap lelaki yang berada dihadapanku dan seketika itu juga dia melemparkan sebuah senyum yang nampak begitu sinis. Siapapun yang melihatnya pasti akan setuju dengan pendapatku saat ini. Aku sungguh..sungguh bingung apa yang harus aku lakukan saat ini. Karena lelaki yang begitu aku takuti dan ku hindari berada tepat di hadapanku saat ini juga.

ikuti lanjutannya yah guys....! mumpung hari hari ini aku lagi ngga ada pekerjaan jadi sering garap nih cerita  "MY TESTIMONY"
 

1 komentar:

  1. Tolong berikan sebuah kritik dan saran yang tepat untuk saya yah teman teman....

    BalasHapus