My Testimony
(A Romantic Story)
(A Romantic Story)
Seketika
itu juga aku menutupkan mataku sekejap dan menyadiri bahwa handphone ku tidak
ada. Dengan rasa yang begitu ketakutan aku berharap agar HP ku tidak ditemukan
oleh para lelaki bajing*n itu. Sekujur tubuhku melemas sangat ketakutan bila
mereka bisa mendapati diriku.
Author POV
(Anggap saja mereka berbicara dengan bahasa Korea yah
guys….. :D)
“arghhhh… siapa dia yang telah melihat ini semua!?” keluh
kesal Jermy Mehya sambil meremas remas kepalanya dan mengacak acak rambunya
dengan penuh amarah. Yah benar, dia adalah lelaki yang membunuh wanita cantik
itu menggunakan sebuah pistol. “ Cepat kalian temukan wanita itu dan bawa
padaku secepatnya !” bentak Jermy pada seluruh Bodyguard-nya.
“ Tuan, saya menemukan sebuah Handphone di tempat wanita itu
bersembunyi. Dan saya rasa ini adalah miliknya tuan” pernyataan dari salah satu
Bodyguard Jermy yang sekarang berada tepat di hadapan lelaki itu. “
Kemarikan..!” Jermy langsung mengambil HP itu dengan cepat.
‘hhhh.. dasar wanita bodoh. Kamu kira bisa lari semudah itu
setelah kamu menyaksikan semuanya.’ Gumam Jermy dalam hati sambil memiringkan
senyuman sinis pada tempat HP itu ditemukan.
Dela POV
‘ Oh tuhan… bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan
selanjutnya? Aku sungguh takut dengan semua ini Tuhan.’ Batin ku yang selalu mengatakan
kalimat kalimat tersebut sambil berjalan mondar mandir tidak jelas di depan
kasur king mewah dan juga menggigit jempol mungilku ini berulang kali.
Ah iya, , pertemuannya, bagaimana aku harus datang
kepertemuan besok sedangkan aku begitu ketakutan untuk keluar dari tempat ini
karena kejadian tadi malam. Apakah aku harus izin karena sakit, atau harus
berkata berkas yang ku garap belum selesai, atau juga sebaiknya ku katakana
sejujurnya pada bos ku. Ah sungguh membuatku pusing, pertanyaan itu selalu menghantui
pikiranku saat ini. Setelah lamanya aku berfikir cukup keras, tiba tiba suara
bel pintu Apartemenku berbunyi. Seketika itu wajahku menambah pucat pasi,
segala pertanyaan muncul di benakku. Aku begitu takut bahwa dia adalah lelaki
kejam yang aku lihat tadi malam.
Aku memberanikan diri melangkah mendekati arah pintu
Apartemenku, jari jariku mulai menyentuh ganggang pintu dan membukanya perlahan
lahan. Aku memejamkann mataku saat aku membuka pintu itu dengan hati hati.
“oo.oo..ooh a…a..ada apa yah?” suaraku yang terdengar gagap
dan begitu tegang, tapi untunglah dia hanya seorang pelayan yang ingin
memberikan ku sesuatu.
“ maaf mengganggu anda nona. Ada sebuah berkas yang
harus diberikan kepada anda. Mereka bilang dari tuan Kim Tae Hoo dan nona harus
menggarapnya karena dua hari mendatang anda harus menyerahkannya pada tuan Kim
Tae Hoo Direktu Utama di Perusahaan Yoonji. Dan mereka bilang pertemuan hari
ini lebih baik dilakukan bersamaan dengan berkas yang akan anda garap ini untuk
2 hari mendatang nona.” Jelas pelayan itu sambil mengulurkan lengannya untuk
memberikan berkas kepadaku. “kalu begitu saya permisi dulu nona” lanjut pelayan
itu sambil sedikit membungkukan badannya lalu meninggalkanku. Oh untunglah pertemuanku
di tunda. Rasa syukur mengalir deras di sekujur tubuhku setelah mendengar
pernyataan dari sang pelayan tadi.
Selama 2 hari lalu aku selalu berada di dalam Apartemenku
yang mewah dan menggarap berkas berkas yang diberikan oleh Mr.Kim dengan teliti
dan cermat. Tetapi hari ini adalah hari dimana pertemuanku dengan Mr.Kim
diadakan. Aku harus memberanikan diri untuk keluar dari Apartemen ini dan
dengan penuh harapan besar agar si lelaki itu tidak mendapati diriku.
***
Setelah melangkah keluar dari
Apartemen ku. Aku langsung melambai lambaikan tanganku pada sebuah Taxi yang
melintas “ Ke Perusahaan Yoonji pak.” Kataku ke sopir Taxi itu.
***
Sesampainya di tempat yang kutuju.
Aku langsung berlari karena aku agak sedikit telat datang ke tempat ini. Namun naas,
tak sengaja aku menabrak seorang lelaki dengan dada yang begitu bidang hingga
diriku pun terjatuh tepat menindiih dada bidang lelaki itu.
“ah aku sungguh
minta maaf” kataku sambil langsung bangkit dan mebereskan seluruh berkas yang
kacau berserakan di pinggir jalan.
“ Tidak masalah. Bukankah hal seperti ini
sering terjadi dimanapun dan kapanpun juga” katanya sambil membantuku
membereskan berkas yang kacau ini. Setelah semuanya selesai akupun berdiri dan
menatap lelaki yang ada di hadapanku saat ini.
Wajahku memucat, kakiku melemah,
sekujur tubuhku bergetar hebat dan keringat mulai menampakan diri. Di..di..dia
adalah lelaki itu, Jermy Mehya,yaah benar dia lelaki pada saat malam itu. Tentu saja aku masih mengingat
jelas sosok lelaki yang jahat ini bahkan namanya terus teringat di otaku. Aku masih menatap lelaki yang berada
dihadapanku dan seketika itu juga dia melemparkan sebuah senyum yang nampak
begitu sinis. Siapapun yang melihatnya pasti akan setuju dengan pendapatku saat
ini. Aku sungguh..sungguh bingung apa yang harus aku lakukan saat ini. Karena
lelaki yang begitu aku takuti dan ku hindari berada tepat di hadapanku saat ini
juga.
ikuti lanjutannya yah guys....! mumpung hari hari ini aku lagi ngga ada pekerjaan jadi sering garap nih cerita "MY TESTIMONY"
Tolong berikan sebuah kritik dan saran yang tepat untuk saya yah teman teman....
BalasHapus