My Testimony
(A Romantic Story)
Aku
masih menatap lelaki yang berada dihadapanku dan seketika itu juga dia
melemparkan sebuah senyum yang Nampak begitu sinis. Siapapun yang melihatnya
pasti akan setuju dengan pendapatku saat ini. Aku sungguh..sungguh bingung apa
yang harus aku lakukan saat ini.
Author POV
“ Kau tak apa?
Sepertinya kau terlihat sedikit pucat. Apa kau sakit” Tanya Jermy sambil
menyentuh pundak Dela.
“sa..saya…t..t…tak
apaaa. Saya ha…harus pergi sekarang. Permisi.” Jawab Dela dengan kalimat yang
terbata bata karena begitu terkejut setengah mati melihat lelaki yang dia
takuti. “Tapi kam…” kalimat Jermy yang terpotong karena Dela telah melangkahkan
kakinya meniggalkan Jermy dengan cepat.
Dela POV
Aku langsung
pergi meninggalkan lelaki itu dan memsuki gedung perusahaan Yoonji dengan langkah
cepat. Setelah berada di dalam gedung mataku langsung melihat sosok karyawan
yang kemarin memberiku berkas, tanpa berfikir panjang aku langsung
menghampirinya
“Bisakah saya
bertemu dengan Mr.Kim . saya mempunyai jadwal pertemuan hari ini dengan Mr.Kim”
ucapku
“ oh, Fadela
Belixyta?” tanyanya.
“ Yah benar
saya Fadela Belixyta” seruku
“ Mr.Kim
masih dalam perjalanan. Anda diminta untuk menunggu di ruangan Mr.Kim” jelasnya
dan langsung membimbing diriku ke ruangan Mr.Kim, Aku hanya mengikuti langkahnya
dibelakang .
***
“Silahkan
masuk nona “ ucapnya .
“ ah baiklah.
Terimakasih banyak” jawabku dengan sopan.
“kalau begitu
saya permisi Nona” katanya sambil membungku pada ku, akupun membalasnya.
Mataku mendapati
sofa berwarna abu abu yang begitu menghipnotis diriku agar mendudukinya. Yah,
mungkin aku terlalu lancang karena akhirnya aku menduduki sofa yang arahnya membelakangi
pintu masuk ruangan Mr.Kim.
5 menit berlalu akhirnya aku mendengar suara gretakan
pintu masuk di belakangku. Aku langsung berdiri dan menolehkan pandangan mataku
ke orang yang membuka pintu itu. Mataku mebulat sebulat bulatnya, “ka..kau?
Mr.Kim kah?” gumamku sambil menjauhkan diri darinya.
“Memangnya
siapa lagi jika bukan aku yang memasuki ruangan ini dengan begitu mudahnya,
Nona?” gumamnya datar sambil menyiartkan seulas senyum jahat di bibirnya. Aku begitu
takut, ternyata dia… dia Mr.Kim yang selama ini ingin aku temui itulah sang
iblis.
“Bukankah kau
mau menunjukan berkas pada ku? Namun kenapa kau selalu melangkah mundur Nona
Fadela Belixyta” gumamnya yang semakin mendekati aku.
“a….a..ku…”
oh tidak aku telah terpojok.
“kamu..? yah kamu
kenapa Nona?Ada apa?” katanya dan melangkah semakin dekat lalu mengernyit
menatapku dengan seksama. Lalu jemarinya yang panjang itu tiba tiba terulur dan
menarik daguku mendekat. Dia mengamati wajahku dengan tatapan kosong yang tak
bisa ku baca. “ternyata benar. Mata ini yang melihatnya.” Gumamnya lembut
sambil tersenyum miring menatapku.
Aku berusaha
meronta namun dengan sigap dia meraih kedua lenganku kebelakanng punggungku
terlebih dahulu. Wajah kami begitu dekat hingga nafasnya sampai terasa di
wajahku.
“Kecerobohanmu itu akan segera membunuhmu Nona Fadela Belixyta”
bisiknya di dekat telinga kananku yang semakin membuat seluruh tubuhku
merinding ketakutan.
Aku tersontak
kaget setelah mendapati bodyguard iblis lelaki ini yang sama pada malam itu ada
di tempat ini. Mereka mendekat kearah ku dan Mr.Kim . “mau cara kasar atau
lembut Nona” bisik lembutnya di telinga kananku namun terasa begitu menakutkan.
“a…apa..mm..maksud…mu “ jawabku yang terbata bata karena saking takutnya. “baiklah
kalau begitu” ungkapnya dan melepaskan cengkramannya dari diriku. “ Kalian….!
Bereskan wanita ini secepatnya” bentaknya pada Bodyguard namun matanya menatapku
dengan penuh amarah. Seketika itu aku langsung diberikan sesuatu yang begitu
tajam masuk pada leher kananku. Dan entah kenapa aku merasa lemas sehingga
seluruh tubuhku ambruk ke bawah.
***
Aku terbangun
di sebuah tempat yang begitu asing bagiku. Mataku yang masih setengah menutup
membuka perlahan lahan dan menatap kesekelilingku. Aku tersontak kaget dan
langusng membulatkan mataku. Aku melihatnya tepat disamping ranjangku menatap
tubuhku. Aku langsung bangkit dan menjauhkan diriku dari dirinya.
“Apa yang kau
lakukan!” bentakku keras disertai mataku yang mulai berkaca kaca.
“apa yang aku
lakukan? Tentu saja menghukummu” ungkapnya datar dang mengangkat bahu mendekati
diriku.
“Berhenti
disana” bentaku makin keras sambil memejamkan mataku dan jemari kecilku yang reflex
menujuk tepat kearahnya.
“Sekarang kau
adalah miliku Dela.” Dia mendekatiku aku berusanha mendorongnya menjauhiku
namun lengannya yang begitu kekar langsung mencengkram tangan ku dengan kasar. Aku
berusaha meronta, meronta dan meronta namun nihil hasilnya karena aku hanyalah
wanita kecil yang tak memiliki kekuatan besar.
“DIAM LAH
DELA!!!!!” betaknya yang begitu kasar dan berhasil membuatku mengeluarkan
buliran air dari mataku.
“Siapkan
dirimu karena besok kau akan segera menjadi Istriku, sayang.” Gumamnya tenang
sambil membelai lembut pipiku.
Seketika itu
aku langsung mendorongnya sekuat tenaga dan berhasil membuatnya jauh dari
diriku.”APA MAKSUD MU TUAN IBLIS. KAU TIDAK BISA SEENAKNYA MENYURUHKU UNTUK
MENJADI ISTRIMU ENTAH YANG KEBERAPA KALINYA MR.KIM!” Sentaku dengan penuh
amarah disertai jari telunjukku yang menunjuk nunjuk kearahnya.
Dia hanya
membalas dengan senyumman iblis itu dan memiringkan senyumannya lalu pergi
meninggalkanku tanpa ada sedikitpun rasa bersalah. Tiba tiba langkahnya terhenti lalu membalikan tubuh dan menatap tajam ke arah bola mataku“ Tidak dengan kau memanggil namaku dengan Mr.Kim,sayang . Jermy Mehya
itulah namaku.” ungkapnya yang begitu lembut. Setelah mengeluarkan
kata yang tidak terlalu penting bagiku itu dia keluar dan menutup pintu dengan
keras lalu menguncinya.
Aku hanya
bisa berdoa dan merintih ketakutan pada semua yang sedang terjadi padaku saat
ini. Aku menangis tersiak siak di sudut kamar sambil memeluk lututku yang telah
basah karena tetesan airmataku Ini. Entah apa yang akan terjadi besok, aku
sungguh merasa sangat gila sekarang.
“hiks..hikss…tol..tolong…laaa..laah..akuuu.
Ayah….hiikkss…Ibu…hikss”
Tolong berikan sebuah kritik dan saran yang tepat untuk saya yah teman teman....
BalasHapus