Minggu, 26 Maret 2017

Chapter 3 = My Testimony

My Testimony
(A Romantic Story)

Aku masih menatap lelaki yang berada dihadapanku dan seketika itu juga dia melemparkan sebuah senyum yang Nampak begitu sinis. Siapapun yang melihatnya pasti akan setuju dengan pendapatku saat ini. Aku sungguh..sungguh bingung apa yang harus aku lakukan saat ini.

Author POV

“ Kau tak apa? Sepertinya kau terlihat sedikit pucat. Apa kau sakit” Tanya Jermy sambil menyentuh pundak Dela.
“sa..saya…t..t…tak apaaa. Saya ha…harus pergi sekarang. Permisi.” Jawab Dela dengan kalimat yang terbata bata karena begitu terkejut setengah mati melihat lelaki yang dia takuti. “Tapi kam…” kalimat Jermy yang terpotong karena Dela telah melangkahkan kakinya meniggalkan Jermy dengan cepat.

Dela POV

Aku langsung pergi meninggalkan lelaki itu dan memsuki gedung perusahaan Yoonji dengan langkah cepat. Setelah berada di dalam gedung mataku langsung melihat sosok karyawan yang kemarin memberiku berkas, tanpa berfikir panjang aku langsung menghampirinya
“Bisakah saya bertemu dengan Mr.Kim . saya mempunyai jadwal pertemuan hari ini dengan Mr.Kim”  ucapku
“ oh, Fadela Belixyta?” tanyanya.
“ Yah benar saya Fadela Belixyta” seruku
“ Mr.Kim masih dalam perjalanan. Anda diminta untuk menunggu di ruangan Mr.Kim” jelasnya dan langsung membimbing diriku ke ruangan Mr.Kim, Aku hanya mengikuti langkahnya dibelakang .

***
“Silahkan masuk nona “ ucapnya .
“ ah baiklah. Terimakasih banyak” jawabku dengan sopan.
“kalau begitu saya permisi Nona” katanya sambil membungku pada ku, akupun membalasnya.
Mataku mendapati sofa berwarna abu abu yang begitu menghipnotis diriku agar mendudukinya. Yah, mungkin aku terlalu lancang karena akhirnya aku menduduki sofa yang arahnya membelakangi pintu masuk ruangan Mr.Kim.

 5 menit berlalu akhirnya aku mendengar suara gretakan pintu masuk di belakangku. Aku langsung berdiri dan menolehkan pandangan mataku ke orang yang membuka pintu itu. Mataku mebulat sebulat bulatnya, “ka..kau? Mr.Kim kah?” gumamku sambil menjauhkan diri darinya.
“Memangnya siapa lagi jika bukan aku yang memasuki ruangan ini dengan begitu mudahnya, Nona?” gumamnya datar sambil menyiartkan seulas senyum jahat di bibirnya. Aku begitu takut, ternyata dia… dia Mr.Kim yang selama ini ingin aku temui itulah sang iblis.
“Bukankah kau mau menunjukan berkas pada ku? Namun kenapa kau selalu melangkah mundur Nona Fadela Belixyta” gumamnya yang semakin mendekati aku.
“a….a..ku…” oh tidak aku telah terpojok.
“kamu..? yah kamu kenapa Nona?Ada apa?” katanya dan melangkah semakin dekat lalu mengernyit menatapku dengan seksama. Lalu jemarinya yang panjang itu tiba tiba terulur dan menarik daguku mendekat. Dia mengamati wajahku dengan tatapan kosong yang tak bisa ku baca. “ternyata benar. Mata ini yang melihatnya.” Gumamnya lembut sambil tersenyum miring menatapku.

Aku berusaha meronta namun dengan sigap dia meraih kedua lenganku kebelakanng punggungku terlebih dahulu. Wajah kami begitu dekat hingga nafasnya sampai terasa di wajahku.
“Kecerobohanmu itu akan segera membunuhmu Nona Fadela Belixyta” bisiknya di dekat telinga kananku yang semakin membuat seluruh tubuhku merinding ketakutan.

Aku tersontak kaget setelah mendapati bodyguard iblis lelaki ini yang sama pada malam itu ada di tempat ini. Mereka mendekat kearah ku dan Mr.Kim . “mau cara kasar atau lembut Nona” bisik lembutnya di telinga kananku namun terasa begitu menakutkan. “a…apa..mm..maksud…mu “ jawabku yang terbata bata karena saking takutnya. “baiklah kalau begitu” ungkapnya dan melepaskan cengkramannya dari diriku. “ Kalian….! Bereskan wanita ini secepatnya” bentaknya pada Bodyguard namun matanya menatapku dengan penuh amarah. Seketika itu aku langsung diberikan sesuatu yang begitu tajam masuk pada leher kananku. Dan entah kenapa aku merasa lemas sehingga seluruh tubuhku ambruk ke bawah.

***
Aku terbangun di sebuah tempat yang begitu asing bagiku. Mataku yang masih setengah menutup membuka perlahan lahan dan menatap kesekelilingku. Aku tersontak kaget dan langusng membulatkan mataku. Aku melihatnya tepat disamping ranjangku menatap tubuhku. Aku langsung bangkit dan menjauhkan diriku dari dirinya.

“Apa yang kau lakukan!” bentakku keras disertai mataku yang mulai berkaca kaca.
“apa yang aku lakukan? Tentu saja menghukummu” ungkapnya datar dang mengangkat bahu mendekati diriku.
“Berhenti disana” bentaku makin keras sambil memejamkan mataku dan jemari kecilku yang reflex menujuk tepat kearahnya.
“Sekarang kau adalah miliku Dela.” Dia mendekatiku aku berusanha mendorongnya menjauhiku namun lengannya yang begitu kekar langsung mencengkram tangan ku dengan kasar. Aku berusaha meronta, meronta dan meronta namun nihil hasilnya karena aku hanyalah wanita kecil yang tak memiliki kekuatan besar.
“DIAM LAH DELA!!!!!” betaknya yang begitu kasar dan berhasil membuatku mengeluarkan buliran air dari mataku.
“Siapkan dirimu karena besok kau akan segera menjadi Istriku, sayang.” Gumamnya tenang sambil membelai lembut pipiku.

Seketika itu aku langsung mendorongnya sekuat tenaga dan berhasil membuatnya jauh dari diriku.”APA MAKSUD MU TUAN IBLIS. KAU TIDAK BISA SEENAKNYA MENYURUHKU UNTUK MENJADI ISTRIMU ENTAH YANG KEBERAPA KALINYA MR.KIM!” Sentaku dengan penuh amarah disertai jari telunjukku yang menunjuk nunjuk kearahnya.

Dia hanya membalas dengan senyumman iblis itu dan memiringkan senyumannya lalu pergi meninggalkanku tanpa ada sedikitpun rasa bersalah.  Tiba tiba langkahnya terhenti lalu membalikan tubuh dan menatap tajam ke arah bola mataku“ Tidak dengan kau memanggil namaku dengan Mr.Kim,sayang . Jermy Mehya itulah namaku.” ungkapnya yang begitu lembut. Setelah mengeluarkan kata yang tidak terlalu penting bagiku itu dia keluar dan menutup pintu dengan keras lalu menguncinya.

Aku hanya bisa berdoa dan merintih ketakutan pada semua yang sedang terjadi padaku saat ini. Aku menangis tersiak siak di sudut kamar sambil memeluk lututku yang telah basah karena tetesan airmataku Ini. Entah apa yang akan terjadi besok, aku sungguh merasa sangat gila sekarang. 

“hiks..hikss…tol..tolong…laaa..laah..akuuu. Ayah….hiikkss…Ibu…hikss”



1 komentar:

  1. Tolong berikan sebuah kritik dan saran yang tepat untuk saya yah teman teman....

    BalasHapus