Jumat, 24 Maret 2017

Chapter 1 = MyTestimony

My Testimony
(A Romantic Story)

Author POV

Pagi – pagi buta ini Fadela Belixyta sosok wanita yang lembut dan periang yang begitu mencintai anggota keluarganya sudah bangun dan mempersiapkan segalanya dengan cermat. Karena hari ini adalah hari pertamanya yang akan terbang ke Negara impianya. Yah dimana lagi jika bukan Negara Korea. Dela terbang menuju Korea bukan untuk bersenang senang melainkan untuk bekerja karena perusahaan Dela sedang menggarap proyek di Korea. Dela berangkat menuju Bandara Internasional Soekarna-Hatta diantar oleh seluruh anggota keluarga Dela.
***
Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dela langsung disambut hormat oleh Direktur Perusahaan Dela bekerja. Karena Dela diminta untuk membantu Direktur Dela yang begitu cantik luar biasa, bu Werthy Sadarea memang dekat dengan Dela dan bu Werthy sangatlah mempercayai karyawan yang bernama Dela tersebut. Karena Dela adalah karyawan yang sangat kompeten dan selalu melaksanakan tugas dengan baik dan tentu saja on time.
***
Perjalanan Indonesia menuju Korea memanglah tidak begitu memakan waktu cukup lama, sekitar 2 jam setelah perjalanan Dela beserta bu Werthy tiba di Bandara Internasional Incheon. Sesampainya di Korea Mereka disambut oleh beberapa orang yang berpakaian hitam rapih dari ujung kaki hingga ujung rambut yang begitu klimis. Mereka langsung diantar ke sebuah tempat yang bertuliskan Apartement Green Light yang begitu megah hingga membuat mulut Dela menganga lebar , “Dela ayo masuk.” seru bu Werthy yang setengah mengagetkan Dela. Sekejap Dela langsung megikuti langkah bu Werthy di belakangnya. “Dela ini kunci kamar untuk kamu tinggali 3 bulan kedepan, dan saya akan menempati kamar disebalah kamarmu ini.”  Seru bu Werthy yang berhenti di depan pintu kamar Dela “ ah iya bu, terimakasih.” Ucap Dela dengan menunjukan sikap yang sopan.
***
Dela memasuki Apartement miliknya yang akan ia tempati selama 3 bulan kedepan. Dela begitu terkejut setelah mendapati sebuah tempat tidur dengan ukuran besar. Dela langsung merebahkan tubuhnya ke kasur dan menatap langit langit kamar yang begitu mewah seketika itu juga ponselnya berdering dengan sigap Dela langsung mengangkatnya “ halo bu Werthy. besok bu? Baiklah bu saya akan tepat waktu. Iya bu saya mengerti.” Jawab dela dengan sigap, dan sekarang Dela harus beristirahat karena besok dia harus melewati hari yang begitu melelahkan. Karena Dela harus bertemu dengan Direktu Utama dari perusahaan Korea yang akan bekerjasama dengan perusahaan tempat Dela bekerja.
***
Keesokaan harinya Dela bersama bu Werthy menuju perusahaan Yoonji. Sesampainya disana mereka memasuki perusahaan Yoonji dan menuju ruangan Direktur Utama. Namun sebelum sampai tiba tiba ada salah satu karyawan yang melangkah mendekati mereka “ Mrs. Werthy Sadarea and Fadela Belixyta?” Tanyany dengan sopan den membungkukan sedikit badan “ ya benar saya ingin menemui Mr. Kim. “ Balas bu Werthy dengan sigap. “ maafkan saya tetapi Mr.Kim memberikan saya amanah bahwa hari ini beliau sedang ada tugas di tempat lain, sehingga tidak dapat menemui anda saat ini. Beliau berkata besok baru dapat bertemu dengan anda. Dan beliau juga menitipkan berkas ini pada anda untuk di pelajari dan digarap terlebih dahulu“ pernyataan yang di ungkapkan oleh salah satu karyawan tersebut menggunakan bahasa Indonesia karena dia adalah penerjemah di perusahaan ini.   “ oh…” bu Werthy hanya berohria sambil menerima berkas tersebut dan langsung memalingka tubuh meninggalkan karyawan itu. Dela sangat mengerti bu Werthy kesal karena pertemuannya di tunda.
***
Dela POV

Malam harinya aku  harus lembur karena berkas yang diberikan oleh bu Werthy harus segera diselesikan untuk diserahkan kepada Mr.Kim besok. Dan yang lebih parahnya lagi akulah yang harus menggantikan bu Werthy untuk datang ke perusahaan Yoonji denga alasann bu Werthy harus menghadiri rapat di tempat lain. “ arghh kenapa aku tiba tiba mengantuk di saat malam yang penting ini. Apa aku harus keluar mencari udara segar dan membeli kopi yah? mmmmm.... sepertinya ide yang cukup bagus.” Aku melangkahkan kakiku dan keluar dari Apartement itu.
***
Setelah membeli kopi aku berfikir untuk pergi menelusuri beberapa tempat di daerah yang tidak terlalu jauh dari apartemen tempat aku tinggal. Aku berjalan dengan menikmati udara malam yang segar sambil sedikit bersenandung dan melompot lompat kecil layaknya gadis cilik yang bermain main. Disaat aku menoleh kebelakan tiba tiba saja ada seorang wanita yang menabrakku dari arah depan, aku terjatuh bersama wanita itu. Lalu dengan cekatan aku membantu berdiri wanita yang terjatuh itu “ahh mianhae jong-mal mianhae” kata sang wanita sambil membungkukkan badan berulang ulang. Aku melihat wanita itu dengan sedikit rasa iba karena banyak luka di kujur tubuhnya sang cantik. “what’s wrong? “ kata ku sambil memegang bahu wanita itu dengan kedua tangan ku karena seringkali wanita itu menengok ke belakan seperti sedang menghindari sesuatu. “help me.” lirihnya wanita itu sambil meneteskan beberapa buliran air mata. “ what’s the prob___” belum kuselesaikan ucap ku wanita tersebut langsung berlari secepat kilat setelah melihat ada sebuah mobil hitam yang melaju kearah wanita tersebut.
***
Entah apa yang membuatku begitu penasaran sehingga aku mengikuti langkah wanita itu sampai ke daerah yang begitu sepi. Aku langsung bersembunyi di balik pohon ketika mobil hitam itu berhenti tepat di depan sang wanita itu dan seorang lelaki pun keluar dari mobil tersebut seketika itu juga ia langsung mencengkram lengan sang wanita cantik dihadapannya dengan kasar dan tidak segan segan menampar nya. Aku yang melihat prilaku sang lelaki dari belakang pohon langsung membungkam mulutku sendiri agar tidak bersuara. Wanita itu langsung jatuh ke tanah setelah lamanya lengan kanannya di cengkram kasar oleh lelaki bangs*t tak berperasaan itu. Seketika itu lelaki bangs*t yang aku lihat sekarang ini tiba tiba jongkok dan membelai lembut pipi kiri sang wanita.
"Tolonglah Jermy. Hentikan ini semua" rintih wanita itu sambil terus menyebut nyebut nama lelaki itu, yaah Jermy Mehya katanya. "haha.... kau ingin aku menghentikan semuanya sayang? baiklah jika itu maumu" jawab lelaki itu dengan tenang. Aku tersontak kaget ketika lelaki itu mengeluarkan sebuah pistol dan menyodorkannya tepat diatas kepala sang wanita. Tiba – tiba bunyi luncuran pistol itu terdengar sampai ketelingaku “ ahhhhhhhhh……..!!!.” jeritanku dengan nada melengking yang begitu tinggi dan menarik perhatian mereka. Wajahku berubah menjadi pucat pasi ketika mereka mendapati aku yang tengah bersembunyi di balik pohon besar ini. Tanpa berfikir panjang aku lari secepat mungkin sebelum akhirnya mereka menangkapku. Selama berlari aku selalu berdoa agar mereka tidak mendapati diriku.
***
Dengan rasa syukur aku sampai di Apartemen dan nafasku megap-megap disertai detak jantungku yang benar benar berdegup sangat kencang  sampai bunyinya pun terdengar oleh kedua indra pendengarku. Setelah memasuki kamar aku langsung menghembaskan tubuhku dan berbaring di atas ranjang dengan melihat langit langit atap kamar ini. Seketika itu juga aku menutupkan mataku sekejap dan menyadiri bahwa handphone ku tidak ada. Dengan rasa yang begitu ketakutan aku berharap agar HP ku tidak ditemukan oleh para lelaki bajing*n itu. Sekujur tubuhku melemas sangat ketakutan dan bagaimanai bila mereka bisa mendapati diriku.


Okeeeyyy…!! Jadi gimana nih yah cerita selanjutnya.

Ikuti terus cerita My Testimony yah say!

1 komentar:

  1. Tolong berikan sebuah kritik dan saran yang tepat untuk saya yah teman teman....

    BalasHapus