My Testimony
(A Romantic Story)
(A Romantic Story)
Author POV
Pagi – pagi buta ini Fadela Belixyta sosok wanita yang lembut
dan periang yang begitu mencintai anggota keluarganya sudah bangun dan
mempersiapkan segalanya dengan cermat. Karena hari ini adalah hari pertamanya
yang akan terbang ke Negara impianya. Yah dimana lagi jika bukan Negara Korea. Dela
terbang menuju Korea bukan untuk bersenang senang melainkan untuk bekerja
karena perusahaan Dela sedang menggarap proyek di Korea. Dela berangkat menuju
Bandara Internasional Soekarna-Hatta diantar oleh seluruh anggota keluarga
Dela.
***
Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Dela
langsung disambut hormat oleh Direktur Perusahaan Dela bekerja. Karena Dela
diminta untuk membantu Direktur Dela yang begitu cantik luar biasa, bu Werthy
Sadarea memang dekat dengan Dela dan bu Werthy sangatlah mempercayai karyawan
yang bernama Dela tersebut. Karena Dela adalah karyawan yang sangat kompeten
dan selalu melaksanakan tugas dengan baik dan tentu saja on time.
***
Perjalanan Indonesia menuju Korea memanglah tidak begitu
memakan waktu cukup lama, sekitar 2 jam setelah perjalanan Dela beserta bu
Werthy tiba di Bandara Internasional Incheon. Sesampainya di Korea Mereka
disambut oleh beberapa orang yang berpakaian hitam rapih dari ujung kaki hingga
ujung rambut yang begitu klimis. Mereka langsung diantar ke sebuah tempat yang
bertuliskan Apartement Green Light yang begitu megah hingga membuat mulut Dela
menganga lebar , “Dela ayo masuk.” seru bu Werthy yang setengah mengagetkan
Dela. Sekejap Dela langsung megikuti langkah bu Werthy di belakangnya. “Dela ini
kunci kamar untuk kamu tinggali 3 bulan kedepan, dan saya akan menempati kamar
disebalah kamarmu ini.” Seru bu Werthy
yang berhenti di depan pintu kamar Dela “ ah iya bu, terimakasih.” Ucap Dela dengan
menunjukan sikap yang sopan.
***
Dela memasuki Apartement miliknya yang akan ia tempati
selama 3 bulan kedepan. Dela begitu terkejut setelah mendapati sebuah tempat
tidur dengan ukuran besar. Dela langsung merebahkan tubuhnya ke kasur dan
menatap langit langit kamar yang begitu mewah seketika itu juga ponselnya berdering
dengan sigap Dela langsung mengangkatnya “ halo bu Werthy. besok bu? Baiklah bu
saya akan tepat waktu. Iya bu saya mengerti.” Jawab dela dengan sigap, dan sekarang
Dela harus beristirahat karena besok dia harus melewati hari yang begitu
melelahkan. Karena Dela harus bertemu dengan Direktu Utama dari perusahaan
Korea yang akan bekerjasama dengan perusahaan tempat Dela bekerja.
***
Keesokaan harinya Dela bersama bu Werthy menuju perusahaan Yoonji. Sesampainya disana mereka memasuki perusahaan Yoonji dan menuju ruangan
Direktur Utama. Namun sebelum sampai tiba tiba ada salah satu karyawan yang
melangkah mendekati mereka “ Mrs. Werthy Sadarea and Fadela Belixyta?” Tanyany
dengan sopan den membungkukan sedikit badan “ ya benar saya ingin menemui Mr. Kim. “ Balas bu Werthy dengan sigap. “ maafkan saya tetapi Mr.Kim
memberikan saya amanah bahwa hari ini beliau sedang ada tugas di tempat lain,
sehingga tidak dapat menemui anda saat ini. Beliau berkata besok baru dapat
bertemu dengan anda. Dan beliau juga menitipkan berkas ini pada anda untuk di
pelajari dan digarap terlebih dahulu“ pernyataan yang di ungkapkan oleh salah satu karyawan
tersebut menggunakan bahasa Indonesia karena dia adalah penerjemah di
perusahaan ini. “ oh…” bu Werthy hanya berohria sambil menerima berkas tersebut
dan langsung memalingka tubuh meninggalkan karyawan itu. Dela sangat mengerti
bu Werthy kesal karena pertemuannya di tunda.
***
Dela POV
Malam harinya aku
harus lembur karena berkas yang diberikan oleh bu Werthy harus segera
diselesikan untuk diserahkan kepada Mr.Kim besok. Dan yang lebih parahnya lagi
akulah yang harus menggantikan bu Werthy untuk datang ke perusahaan Yoonji
denga alasann bu Werthy harus menghadiri rapat di tempat lain. “ arghh kenapa
aku tiba tiba mengantuk di saat malam yang penting ini. Apa aku harus keluar
mencari udara segar dan membeli kopi yah? mmmmm.... sepertinya ide yang cukup bagus.” Aku melangkahkan kakiku dan keluar dari Apartement itu.
***
Setelah membeli kopi aku berfikir untuk pergi menelusuri
beberapa tempat di daerah yang tidak terlalu jauh dari apartemen tempat aku
tinggal. Aku berjalan dengan menikmati udara malam yang segar sambil sedikit
bersenandung dan melompot lompat kecil layaknya gadis cilik yang bermain main. Disaat
aku menoleh kebelakan tiba tiba saja ada seorang wanita yang menabrakku dari
arah depan, aku terjatuh bersama wanita itu. Lalu dengan cekatan aku membantu
berdiri wanita yang terjatuh itu “ahh mianhae jong-mal mianhae” kata sang
wanita sambil membungkukkan badan berulang ulang. Aku melihat wanita itu dengan
sedikit rasa iba karena banyak luka di kujur tubuhnya sang cantik. “what’s
wrong? “ kata ku sambil memegang bahu wanita itu dengan kedua tangan ku karena
seringkali wanita itu menengok ke belakan seperti sedang menghindari sesuatu. “help
me.” lirihnya wanita itu sambil meneteskan beberapa buliran air mata. “ what’s
the prob___” belum kuselesaikan ucap ku wanita tersebut langsung berlari
secepat kilat setelah melihat ada sebuah mobil hitam yang melaju kearah wanita
tersebut.
***
Entah apa yang membuatku begitu penasaran sehingga aku
mengikuti langkah wanita itu sampai ke daerah yang begitu sepi. Aku langsung
bersembunyi di balik pohon ketika mobil hitam itu berhenti tepat di depan
sang wanita itu dan seorang lelaki pun keluar dari mobil tersebut seketika itu juga
ia langsung mencengkram lengan sang wanita cantik dihadapannya dengan kasar dan tidak segan
segan menampar nya. Aku yang melihat prilaku sang lelaki dari belakang pohon
langsung membungkam mulutku sendiri agar tidak bersuara. Wanita itu langsung
jatuh ke tanah setelah lamanya lengan kanannya di cengkram kasar oleh lelaki
bangs*t tak berperasaan itu. Seketika itu lelaki bangs*t yang aku lihat
sekarang ini tiba tiba jongkok dan membelai lembut pipi kiri sang wanita.
"Tolonglah Jermy. Hentikan ini semua" rintih wanita itu sambil terus menyebut nyebut nama lelaki itu, yaah Jermy Mehya katanya. "haha.... kau ingin aku menghentikan semuanya sayang? baiklah jika itu maumu" jawab lelaki itu dengan tenang. Aku tersontak kaget ketika lelaki itu mengeluarkan sebuah pistol dan menyodorkannya tepat diatas kepala sang wanita. Tiba – tiba bunyi luncuran pistol itu terdengar sampai ketelingaku “ ahhhhhhhhh……..!!!.” jeritanku dengan nada melengking yang begitu tinggi dan menarik perhatian mereka. Wajahku berubah menjadi pucat pasi ketika mereka mendapati aku yang tengah bersembunyi di balik pohon besar ini. Tanpa berfikir panjang aku lari secepat mungkin sebelum akhirnya mereka menangkapku. Selama berlari aku selalu berdoa agar mereka tidak mendapati diriku.
"Tolonglah Jermy. Hentikan ini semua" rintih wanita itu sambil terus menyebut nyebut nama lelaki itu, yaah Jermy Mehya katanya. "haha.... kau ingin aku menghentikan semuanya sayang? baiklah jika itu maumu" jawab lelaki itu dengan tenang. Aku tersontak kaget ketika lelaki itu mengeluarkan sebuah pistol dan menyodorkannya tepat diatas kepala sang wanita. Tiba – tiba bunyi luncuran pistol itu terdengar sampai ketelingaku “ ahhhhhhhhh……..!!!.” jeritanku dengan nada melengking yang begitu tinggi dan menarik perhatian mereka. Wajahku berubah menjadi pucat pasi ketika mereka mendapati aku yang tengah bersembunyi di balik pohon besar ini. Tanpa berfikir panjang aku lari secepat mungkin sebelum akhirnya mereka menangkapku. Selama berlari aku selalu berdoa agar mereka tidak mendapati diriku.
***
Dengan rasa syukur aku sampai di Apartemen dan nafasku megap-megap
disertai detak jantungku yang benar benar berdegup sangat kencang sampai bunyinya pun terdengar oleh kedua indra
pendengarku. Setelah memasuki kamar aku langsung menghembaskan tubuhku dan
berbaring di atas ranjang dengan melihat langit langit atap kamar ini. Seketika
itu juga aku menutupkan mataku sekejap dan menyadiri bahwa handphone ku tidak
ada. Dengan rasa yang begitu ketakutan aku berharap agar HP ku tidak ditemukan
oleh para lelaki bajing*n itu. Sekujur tubuhku melemas sangat ketakutan dan bagaimanai bila
mereka bisa mendapati diriku.
Okeeeyyy…!! Jadi gimana nih yah cerita selanjutnya.
Ikuti terus cerita My Testimony yah say!
Tolong berikan sebuah kritik dan saran yang tepat untuk saya yah teman teman....
BalasHapus